dan Shasa

dan Shasa

Saturday, November 08, 2008

Jalan-jalan ke Kota Bunga

Inilah perjalanan kami yang pertama dengan si “New Whitey”, yaitu acara Family Gathering kantor Ibu ke Kota Bunga Puncak. Niatnya mo berangkat dari rumah jam 06.00 pagi pas, tapi apa daya ternyata jadi mundur setengah jam. Tapi lalu lintas menuju Puncak belum macet koq dan qta bisa mencapai lokasi sekitar jam 08.00 pagi. Bahkan sebelum bis yang membawa rombongan yg lain tiba.

Lokasi FG kantor Ibu kali ini adalah di kompleks perumahan Kota Bunga Puncak, tepatnya di Little Venice. Tempatnya lumayan bagus lah, dibuat sedemikian menyerupai negara2 luar. Qta seakan berada di Venesia lengkap dengan perahu2nya, di Amerika yg ditandai dgn patung pahatan wajah2 presiden AS, ala Hong Kong, ala Singapore lengkap dgn patung Merlion-nya. Cuman ya seperti FG tahun2 sebelumnya, Daffa tidak pernah betah utk duduk diam mengikuti rangkaian acara. For him, it’s all totally boring! Daffa pun diselamatkan dgn mainan battery car, dimana dia gak brenti2nya main, sepuluh kali lho, pdhal sekali main kudu bayar lima rebu perak… weks! Yg ngebedain FG kali ini dgn FG sebelumnya, yg Ibu rasa sih bakalan diterusin sampai dgn FG-FG yg akan datang, yaitu acara pengundian door prize yg selangkah lebih maju dgn system computerized. Hanya dalam waktu 1 menit, hasilnya udh keluar. Tapi gak tau salah dimana, hasil undian door prize yg seharusnya ditempel di papan pengumuman di depan panggung, malah gak ada sama sekali dan qta pun harus sabar nungguin sampai dgn hari Senin utk lihat hasilnya di kantor. Mudah2an sih gak dapet setrika-an yee…:P

Then, setelah acara doorprize tsb, semua karyawan dipindahkan lokasinya ke Arena Fantasi, yg ternyata adalah tempat mainan anak2. Disini Daffa baru kelihatan seperti menemukan dunianya, which is not so boring at all. Sayangnya hujan sebentar2 menggangu acara main anak2 ini. Jadi gak terasa udah menunjukkan pukul 04.00 sore, dan kayaknya lebih baik pulang aja. Waktu panitia teriak2 manggil peserta yg naik bis, koq Ibu ikut2an panik ya, hehehe… Ibu sih lupa kalo qta kan gak naik bis, tapi bawa si “New Whitey” Tapi berhubung cuaca gak juga bersahabat, jadilah qta ikutan pulang dgn yg lain. Qta sempat mampir dulu utk makan di restoran Rindu Alam yg diselimuti kabut dan gerimis, utk selanjutnya bermacet-macet ria turun menuju Jakarta dan sampai rumah pas jam 08.00 malam. Capek bangeth.. tapi cukup puas lah…

Saturday, November 01, 2008

Finallement…. Voila! C’est notre nouvelle voiture

Di tengah rinai hujan yg gak bisa dibilang gerimis ini, tibalah si hitam mengkilat, tunggangan baru keluarga kami. Daffa pun udah gak sabar ingin masuk, begitu ngedenger Bapak ngebuka pintu pagar… Gak peduli teriakan qta yang ngingetin kalo hari masih hujan, supaya dia nunggu aja di pintu, Daffa gak peduli, kaki2 gemuknya sudah kepingin buru2 meloncat ke dalam mobil walaupun kehujanan dengan resiko bakalan pilek sekalipun.

Ya… setelah proses yang lumayan panjang dan cukup stressing, siang ini kami bisa membawa pulang sang soluna warna hitam pilihanku… cyieeeeeehhh… Dan sebagai test drive pertamakalinya, qta bertiga langsung nanjak ke puncak (sebetulnya test drive yg resmi udahan tapi si Bapak sendirian). Maka jadilah malam itu hujan-hujanan qta berangkat ke Puncak. Qta makan malam di mobil, menikmati jalan tol yg basah, rintik2 hujan di luar jendela dan musik dari MP3 player di mobil qta yg baru kelar dipasang siang tadi. Qta terus menanjak ke Puncak , dan berakhir di Masjid Attaawun. Qta sempat turun mobil untuk menikmati minuman sekuteng untuk menghangatkan tubuh. Sumpah… malam itu dingin banged, menggigil banged pas keluar dari mobil. Herannya si Daffa tenang2 aja, Cuma berselimutkan sweater, dia gak menggigil sama sekali tuh. Malahan lompat2 kegirangan karena bisa bermain2 di luar. Cuma sebentar aja koq qta disitu, trus qta putuskan utk turun lagi menuju pulang. Test drive-nya ok, kondisi mobil ok, bias koq dibawa ke Puncak sering2… Mulanya qta putusin utk kasih nama tunggangan baru qta ini dengan nama “si Black”. Tapi Daffa gak setuju, dia teteup maunya dikasih nama si “Whitey”, even the color is black, for him it still the “Whitey”. Okelah, qta punya si “Whitey” lagi sekarang….

Monday, October 27, 2008

Akhir Perjalanan si “Whitey” Bersama Kami

Dan, inilah hari terakhir perjalanan kami bersama mobil putih kesayangan kami, peninggalan almarhum Papa kami, yaitu si “Whitey”. Walaupun pembicaraan mengenai mengganti si Whitey dengan yang lebih bagus sudah ada sejak tahunan kemaren, tapi tetap aja hari terakhir ini terasa begitu tiba-tiba dan begitu cepat.

Ketika akhirnya minggu lalu kami sepakat untuk menjual mobil putih yang sudah menemani keluarga kecil kami (minus Papa tentunya), selama 4 tahun 3 bulan ini, aku gak nyangka mobil itu bisa terjual secepat ini. Dalam tiga hari ini, banyak orang yang datang untuk melihat dan mengajukan penawaran. Padahal kami hanya minta bantuan seorang montir bengkel langganan kami untuk mengiklankan mobil kami ini. Ternyata jelek2 gitu, si Whitey peminatnya banyak juga. Hari Senin sore ini, di tengah guyuran hujan deras, Oma dan sang montir, bernegosiasi cukup alot dengan si calon pembeli. Adalah seorang ibu yang berniat membelikan mobil untuk anaknya. Sementara calon pembeli lain antri menunggu di luar dgn sabar. Oma, dengan bantuan qta lewat telepon, secara qta berdua masih otw dari kerjaan, tetap bersikeras gak mau berubah dari harga penawaran qta yg sudah “harga passss…..” banget. Walaupun dia sudah menunjukkan ke qta segepok uang yg dia bawa utk bikin qta nurunin harga, tapi Oma tetap cuek. Si Ibu itu pun menyerah pulang dan masuklah calon pembeli yang sudah antri tadi. Orang ini masih terhitung tetangga sama qta, kerjaannya memang jual beli mobil, dan dia pun setuju dgn penawaran qta, secara kondisi mobil udh dia lihat siang sebelumnya. Setelah semuanya ok dengan harga yang udah passss…. banget itu, si pembeli itu pun pulang utk ambil uangnya. Sementara qta di rumah siap2in semua dokumen yg akan qta kasihkan ke dia.

Dan sekitar pukul 20.00, si Whitey pun resmi pindah tangan ke pemiliknya yg baru. Dgn pemilik baru ini, si Whitey akan di make over semuanya, cat diganti full body, mesin2 semuanya dibetulin, setelah itu si Whitey akan kembali di obral….. Tiba2 kok terasa ada sesuatu yg mendadak hilang di rumah ini, untungnya si Whitey masih dibolehkan nginep semalam di rumah qta secara qta kudu selamatkan dulu barang2 pribadi qta yg ada di dalam. Sebetulnya Oma udh ingetin qta utk beresin sewaktu qta mulai obral, tapi qta pikir paling juga masih lama lah… jadi ya beneran qta gak nyangka bisa secepat ini. Apalagi pas qta sama2 bersihin isinya, qta berdua plus Daffa, tau2 air mata udah ngalir aja gitu di pipi. Si Daffa jadi ikutan sedih kan tuh… hikshikshiks.. Soalnya si Whitey udah ajak qta kemana2 sih, penuh dgn suka dan duka. Spontan qta putuskan utk muter2 keliling sama si Whitey utk yg terakhir kalinya. Ditengah rintik hujan, di malam yg dingin, qta bertiga sama2 diam di dalam mobil putih ini menikmati saat2 terakhir qta jalan sama si Whitey.


Special thanks for Bapak, who already take care of our precious car, who always drive it carefully, took us anywhere we want, so this car is still survive.

Saturday, October 25, 2008

Jalan-jalan ke Yogya

Nah… ini sih sebetulnya bukan cerita baru, cuma memang belum sempat aja di posting. Padahal banyak loh ceritanya, tapi kalo kudu diceritain satu2 and detail pula, nyerah deh.
Mendingan dikasih photo-photonya aja ya, as people says a picture can tell more than a thousand words. Eniwei, jadi liburan bulan Juni-July kemarin, Daffa diajak jalan2 ke tempat Om Mel di Yogya. Berhubung dia kepengen banged naik kereta, you know lah, Daffa is train’s number one big fans, jadi qta berangkat naik kereta tut tut… Oma pasti ikut, secara Oma dan Daffa tuh udah satu paket, nah kenapa Ibu ikutan juga… Alasannnya karna Ibu gak mau melewatkan special moment, yaitu pertamakalinya si Daffa naik kereta api tut tut yg beneran hehehe…

Qta berangkat hari Sabtu tgl 28 Juni jam 08.00 pagi dengan kereta bisnis Taksaka. Selama perjalanan Daffa gak bisa duduk tenang, dia jalan2 terus dari ujung ke ujung, sekali-kali sih mau lihat2 pemandangan, tapi trus jalan2 lagi. Ibu cuma ikutan jalan2 di Yogya selama 3 hari, hari ke-4nya Ibu udah naik kereta Taksaka lagi menuju Jakarta. Sedangkan Daffa dan Oma nerusin liburannya bareng Om Mel, Tante Lusi dan Adik Naura. Selama Ibu disana, hari Minggu qta jalan2 ke Malioboro (pastinya dong..), trus hari Seninnya ke Taman Kyai Langgeng, lanjut ke Candi Borobudur. Pas Ibu pulang hari Selasa pagi, Daffa sengaja diajak jalan dulu main sepeda bareng Naura, jadi dia gak lihat Ibu pergi, another tactic to avoid tears and screaming between us. Sempet juga Daffa telepon bilang kalo dia mau jalan2 ke Solo naik kereta api. Tapi pas dia sudah sampai di stasiun Tugu, Om Mel juga udah beli tiket, Daffa malahan ngebatalin jalan2 ke Solo-nya, alasannya karna lihat kereta api yg ke Solo itu jalannya cepat banget. Daffa takut ngedenger suara kereta api yg cepat, yg suaranya menggelegar seisi stasiun gituh.

Daffa dan Oma pulang lagi ke Jakarta dua minggu kemudian yaitu hari Sabtu tgl 12 July, khan hari Seninnya mau masuk sekolah lagi. Pas ketemu Ibu di stasiun Grambir, Daffa keluar dari kereta sudah dgn linangan air mata. Eh kenapa koq malahan nangis??? Ternyata dia berharap pas keluar dari kereta dia langsung ketemu sama Ibu, secara di telepon sebelumnya Ibu janji ke dia akan jemput di stasiun. Tapi ternyata qta harus cari2an dulu beberapa saat dan itu bikin dia kecewa & sedih banged karna gak langsung ketemu Ibu hehehe…. Trus gimana kesan2nya si Def naik kereta api tut tut? Gak disangka, jawabannya justru bikin agak bingung ya, Def gak mau naik kereta api lagi karna jalannya terlalu cepat, dia maunya jalannya pelan2 aja… gubraks!

Saturday, September 27, 2008

Laskar Pelangi.... Finally

Mulanya, aku gak tertarik baca buku ini. Udah beberapa kali buku ini aku lewatin begitu aja di jejeran buku2 di Gramedia. Kebetulan juga saat itu aku masih penasaran sama buku Ketika Cinta Bertasbih. Sempet sih denger2 dan baca di koran yg ngebahas mengenai buku ini, tapi gak tertarik membacanya lebih lanut, cuma header nya aja. Trus setelah Ketika Cinta Bertasbih tamat dibaca, mulai deh cari2 bacaan lagi. Justru di saat yg sama seorang teman sekantor cerita bahwa dia baru aja menamatkan buku Laskar Pelangi dan akan beralih ke buku Ketika Cinta Bertasbih. Teman tsb malahan sudah menamatkan ketiga buku olahan Andrea Hirata tsb. Trus aku tanya, bagus gak sih bukunya, cuman satu kata yg dia jawab, "lucu". Maka muncullah niat utk membeli buku tsb. Kebetulan lagi seorang teman sekantor yg lain, baru aja membeli buku LP yg bajakannya, setengah harga dari yg di toko buku, dan iseng2 aku minta nitip beliin. Dan tuh orang bener2 beliin buku LP bajakannya. Bener aja, pas aku baca bukunya, ternyata aku gak bisa berhenti ngebacanya. Rasa kantuk pun udah gak berasa sama sekali, maunya tuh nerusin baca buku ini sampai selesai. Aku tuh rasanya seperti menyatu dengan kesepuluh anak2 LP ini, terasa berada di alam mereka. Dan akhirnya.... ketika aku menamatkan buku ini, aku menyesal kenapa aku beli bukunya yang bajakan... :P Sekaligus nyesel kenapa baru sekarang aku baca buku ini.

Buku lanjutannya pun, Sang Pemimpi, juga Edensor akhirnya aku beli yg asli. Kebetulan di saat yg sama, sedang ada audisi pencarian pemain LP. Wah... udah niat banget utk jadi penonton filmnya yang baris paling depan di loket tiket nih. Aku pun aja si Bapak dan si Daffa untuk ikutan nonton. Bapak ternyata mengakui kehebatan film ini, tapi Daffa sama sekali gak peduli, dia malahan lari2an di antara tangga kursi penonton. Nonton pun akhirnya gak konsen. Jadi hari Seninnya, pas cuti Lebaran dari kantor, nonton lagi deh nih film, sendirian. Ternyata masih ada aja gangguannya, dua orang ibu2 yg gak berhenti2nya ngomong nem=bak2 sendiri isi film. Males bagned ngedengernya... Niatin lagi deh mo nonton yg ketiga kalinya.

Bukunya bagus banged. Filmya... biarpun ada yg menyimpang dari bukunya, tapi secara keseluruhan bagus banged. Awalnya aku sempet protes kenapa ada cerita2 yg gak ada sama sekali di buku, kok di filmnya jadi ada, juga kenapa adegan yg seharusnya dibahas abis tapi ternyata cuma sekedar aja. Toh akhirnya aku bisa mentolerasi, gak apa2 lah, toh gak menyimpang banget dari isi bukunya. Pada dasarnya, buku dan film kan adalah dua media yg berbeda.

Wednesday, July 23, 2008

Back to School in New School

Hari ini adalah hari pertama Daffa masuk Taman Kanak-Kanak, sekaligus merupakan hari terakhir Ibu bisa santai & bangun kesiangan. Jadi ada rasa seneng karena akhirnya Daffa akan melalui hari2nya sebagai murid TK, tapi sedih juga keingat masa2 indah qta bangun siang, biarpun jam masuk kantor sebetulnya jam 08.00 dan waktu tsb qta ganti menjadi jam qta berangkat dari rumah hiks hiks hiks… Jadi hari ini Ibu bangun jam 5 pagi! Masih gelap lah, masih ogah buka mata dan ogah pula utk mandi. Tapi secara ini hari pertama masuk sekolah, malu deh kalo sampai telat.

Begitu bangun dari kasur, Ibu pun langsung mandi, trus bangunin Oma, trus mulai sok sibuk deh didapur siapin sarapan plus bekal mie goreng, nasi dan telur ceplok buat si Daffa. Hari ini Ibu ambil cuti lho demi menyaksikan hari pertama Daffa masuk TK, gak tanggung2, Ibu ambil cuti 2 hari... Setelah urusan di dapur beres, barulah anaknya dibangunin. Ternyata jam setengah enam pagi, di TV7 ada film Tom & Jerry, jadi… gak susahlah bangunin si Daffa secara denger suaranya si Jerry ngerjain si Tom, langsung bangun lah dia. Trus minum susu sambil nonton Tom & Jerry, sementara Ibu dan Oma dandan, dan si Bapak manasin mobil. Ceritanya nih qta semua ikutan nganterin Daffa di hari pertamanya di TK

Daffa gak nerusin TK di Al-Amanah, tapi pindah ke TK At-Taqwa. Sekolah ini jenjangnya dari PG sampai SD, jadi kita harapin nantinya Daffa bisa nerusin ke SD yg sama. Sementara tanpa maksud mengecilkan almamaternya yaitu PG Amanah, qta juga melihat At-Taqwa lebih banyak bagusnya. Guru2nya lebih berkualitas, muridnya lebih banyak, taman bermainnya lebih memadai kalau gak bisa dibilang berlebihan, dimana ada 4 taman bermain yg luas, masing2 untuk anak PG, TK A dan TK B, ditambah 1 tempat bermain pasir. Fasilitas lain seperti toilet, ruang kesehatan, aula tempat para penunggu/penjemput, tempat parkir, semuanya cukup bagus. Tapi bisa dipastikan tiket masuknya pun juga “lumayan” menguras isi simpanan qta, yaitu hampir 6 kali lipat daripada tiket masuknya Amanah. Terus terang begitu qta sampai di sekolah & melihat bagaimana happy-nya Daffa bergabung dgn temen2 barunya di taman bermain yg luas itu, Ibu terharu lho. Terharu karna rasa syukur qta bisa menyekolahkan Daffa di sekolah yg hampir semua muridnya dipastikan orangtuanya cukup berada. Bahkan terselip satu keyakinan bahwa dari semua orangtua yg mendaftarkan anaknya disini, hanya qta saja yg paling melarat hiks hiks hiks…

Pas jam 07.30 bel bunyi & semuanya berlarian menuju kelas masing2. TK A ada 3 kelas, Daffa ditempatkan di kelas TK A-2 barengan 18 murid lainnya, nama gurunya Ibu Sofi didampingi Ibu Yeni dan Ibu Sintha, jadi satu kelas 19 murid dgn 3 orang guru. Sebelum masuk mereka berbaris dulu di depan kelas. Mereka bernyanyi & berdoa baru kemudian masuk kelas., Buat anak2 yg baru masuk di TK At-Taqwa, ritual sebelum masuk kelas tsb bikin mereka celingukan, karna lagu yg dinyanyikan Bu Sofi sama sekali baru, yel2 nya pun baru. Tapi anak2 yg sudah mengenyam bangku PG di situ ya gak aneh lagi, mereka sudah hafal semua. Ibu gak bisa lihat mereka belajar apa di dalam kelas krn ortu gak boleh masuk. Kira2 jam 09.00 mereka keluar, baris lagi kemudian menuju tempat cuci tangan dari selang air yg keluar dari mulut kodok, ternyata mereka mau memulai acara makan bekal. Karena ini masih hari pertama, jadi jam 09.30 kelas sudah dibubarkan. Daffa pun pulang ke rumah dengan perasaan happy.

Sunday, June 15, 2008

Wisuda dan Perpisahan PG

Pagi ini rombongan murid2 PG & TK Amanah tempat Daffa menuntut ilmu mo ngadain acara Wisuda sekaligus perpisahan. Tapi pas tau tempatnya akan diadakan di Taman Buah Mekarsari, sempat syok juga nih Ibu. Gimana donk, November kemarin khan Family Gathering kantor Ibu ke Mekarsari tuh, dan sumpah deh gak ada niatan mo kesana keduakalinya. Bukan apa2, daerahnya tuh panas banged… bener2 gak kepengen kesana lagi. Tapi apa boleh buat, kalo jadwalnya kesana, ya qta ikut kesana.

Biarpun Daffa udh ditemenin sama Oma, tapi Ibu tetep ikutan dan ambil cuti kantor. Bela2in & rela2in ke Mekarsari lagi, demi ngelihat si Daffa pake baju wisuda utk yg pertamakalinya. Secara dari PG yg akan diwisuda cuma Daffa doank… temen2nya bukannya gak pinter2 jadinya gak lulus PG, dan Daffa juga bukannya yg paling pinter diantara temen2nya, tapi… yg lain tuh belum cukup umur buat nerusin ke TK… hehehe… :P

Qta berangkat dgn bis dari sekolah lewat dari pukul 08.00, secara nungguin si Kiki yg telat datang. Untungnya bisnya tuh lumayan nyaman ya, selain full AC, full film juga, biarpun itu film anak2. Tapi Daffa gak tertarik tuh nonton filmnya (Ibu juga gak), dia cuma sempat melirik sebentar pas di film ada lagunya, tapi trus matanya balik lagi ke pemandangan di luar. Daffa asyik nikmatin pemandangan, ya udahlah Ibu bobo aja sembari dengerin lagu dari hp yg baru (hiks hiks hiks… this is an advance bday gift from my hubby :P). Tapi tnyata perjalanan menuju Mekarsari gak selama seperti waktu qta pertamakali kesana. Karena gak ada macet secara qta gak jalan di hari weekend. Jadi belum sempat bobo sudah sampe di sana. Qta langsung menuju lokasi yaitu di Taman Kelapa 2, eh.. gak beda jauh sama lokasi FG kantor Ibu dulu loh di Taman Kelapa 1. Sampai sana anak2 yg mau diwisuda langsung pakai baju wisuda yg udah disiapin bu guru. Kebayang deh… di tengah taman mekarsari yg panas itu.. anak2 harus pake baju wisuda yg gak kalah panasnya. Daffa aja cuma betah sebentar aja pake baju itu. Udah syukur Ibu bisa photoin dia dgn baju itu, secara dia udah merengek2 minta ganti dgn baju kaos aja.

Setelah acara wisuda, lanjut dgn pertunjukan seni dari anak2. Ada yg nari, nyanyi & baca puisi. Sementara Daffa…. Dia lari2an di taman bareng si Rafly gak peduli dgn segala macam tarian & nyanyian. Ada juga acara tukar2an kado buat para orang tua, Ibu kebagian jilbab ungu, sedangkan setengah lusin sendok kue yg Ibu bungkus jatuh ke tangan kepala sekolah yaitu Bu Wulan. Yg bikin malu lagi pas lihat Bu Wulan megang2 tuh sendok, si Daffa malah bocorin rahasia kalo tuh sendok dari Ibu… gubraks, ketauan deh….

Setelah itu ada acara perlombaan yg di organisir oleh guide dari Mekarsari. Daffa sebetulnya ingin ikutan lomba melempar bola, tapi berhubung dia telat datang jadinya posisinya diambil orang lain & dia gak dapet jatah lagi, langsung nangis lah dia dengan hebohnya. Usai acara perlombaan, qta digiring lagi menuju Family Garden. Lumayan nih, qta diajak keliling2 melewati sawah, kebun, peternakan kuda, ayam dan burung, dan diakhiri dgn acara permainan bebas. Nah kenapa ya tiap kali acara bebas, Ibu sama Daffa selalu ketinggalan dari rombongan. Selalu aja qta berdua yg dicari rombongan sementara mereka sudah duduk dgn manisnya di dalam bis. Gimana lagi donk, anak2 yg lain cuma main mobil2an dua kali aja udah maksimal, sementara Daffa semua mainan harus dicobanya.

Seharian main di Mekarsari, jam 4 sore bis pun berangkat pulang. Seharian itu juga Daffa gak ada makan2, cuma minum susu aja. Pas di dalam bus baru deh si Daffa minta makan, dan setelah itu langsung tidur nyenyak. Setengah jam kemudian qta sudah sampai lagi di sekolah dan menyisakan rasa pegel2 di betis sekaligus ngantuk yg teramat sangat.

Wednesday, April 23, 2008

Happy 4th Birthday....

Ini dia senyumnya si Def di pagi hari pertama usianya yang ke-4 tahun. Baru bangun bobo banged, belum mandi pula, tapi it's ok, tetep wangi dan ganteng koq. Selamat ulang tahun yang ke-4 ya anakku sayang... Semoga jadi anak yang baik, nurut, pintar, mandiri dan soleh ya. Iya, gituh jawabnya si Def, sembari nambahin, "berarti sekarang Daffa susunya sudah yang 456 donk?" Ya, iyalah, kemarin khan yg 123, sekarang udah boleh yg 456, tapi gak pake botol susu lagi ya... pake gelas aja. "Gak mau, maunya pake botol" ya....
Ulang tahun Def kali ini qta adakan syukuran kecil2an bareng teman2nya di PG + TK nya sekalian. Sekalian perpisahan dgn teman2nya karenaDef gak akan nerusin TK di tempat itu. Kartu undangan dan ucapan terimakasih nya Ibu sendiri loh yg buat, tapi trus Bapak yg bantu nge-print. Acaranya biasalah nyanyi2,baca puisi, potong kue, makan kue, trus bagi2 goodie bag. Isi goodie bag rada istimewa karena ibu udh siapin souvenir khusus yaitu celengan kaleng yg sudah digravier "Daffa's 4th Birthday". Nyarinya susah nih, dapetinnya di PGJ (Pusat Grosir Jatinegara), baru kelar setelah seminggu pemesanan.
Def seneng karena baru kali ini dia dapat hadiah begitu banyak dari teman2nya. Berkali2 dia tanya ke ibu gurunya dan ke qta2, "ini semua buat Daffa? Boleh Daffa bawa pulang???" Pas sampe rumah pun dia gak sabar utk buka masing2 kado. Ternyata isinya lebih banyak mainannya...seneng banged tuh dia. Sementara hadiah dari Ibu, juga gak jauh2 dari mainan sih, tapi yg pasti mainan yg dia pengen2in banged.. Kereta Diesel10! Temennya si Thomas... Dapetinnya juga rada susah. Qta baru dapetin mainan ini di Senayan City. Sementara kado dari Bapak berupa sepeda. Sepeda ini adalah hasil tuker tambah sepeda Daffa waktu bayi, roda tiga, yg kita jual di Pasar Rumput, trus qta tuker tambah dgn sepeda roda dua. Berhubung waktu beli sepeda ini qta gak bw anaknya, jadinya sepeda ini ternyata masih kegedean tuh buat dia... Tapi it's ok, masih bisa dipake koq, toh anaknya cepet gede.




Thursday, April 03, 2008

Tunu Phase 11 Project Team - New Organization

Starting February 2008, our project which are previously were Tunu 11 South Project and Tunu 11 North Project, become one organization. Mean, now we only have one Project Manager and one Engineering Manager for both projects. So we need a new picture to be publish, and once again it was take in our office area, the place where we trying to keep the work in a right way. And.. in fact it took infront of my desk :P


Let check them out, from the left side they are Dody, Michel, Riska, Sahlani, Aris, Yasin, Usep, Shane, Haris, Hendry, Satrio, Agus Tul, Suryo, Marc, Beny, Jean-Denis, Budi, Tirta, David, Adam, Yann T, Idris, Gopal, me.., Yann C, Thierry, Waty, Christophe, Lusando, Loic and Jensen.

Thursday, March 06, 2008

Ayat-Ayat Cinta


Bagus banget...... This is my first time watching Indonesian movie in a cinema, and I cried.... five times... whuaaaaa.....


Thursday, November 15, 2007

Manasik Haji ala PlayGroup

Daffa yang masih PG itu ikutan Manasik Haji? Bingung juga sih waktu pertamakali baca rencana tahunan PG-nya Daffa. Tapi exciting juga sih, Ibu kepengen ikutan juga. Jadi jauh2 hari udah minta ijin cuti sama si Bos dan yakin bakalan di-approved. Ternyata si Bos minta cuti diundur di hari lain, tapi pas di nego akhirnya dia approved juga tuh :P

Pagi2 banged Ibu dan Oma udah bangun. Rencananya Ibu dan Oma yg akan mengiringi Daffa manasik haji. Bis akan berangkat dari sekolah pukul 6 pagi, jadi satu setengah jam sebelumnya Ibu dan Oma udah siap2. Malu juga sih, qta udah berusaha secepat mungkin dari rumah, ternyata telat karena qta udah ditunggu sama anak2 yg lain. Ada masalah nih dgn baju ikhram-nya si Def. Ibu gak tau cara makainya, jadi pas sampai di sekolah dibongkar lagi sama Ibu gurunya hehehe…

Bis pun berangkat menuju Asrama Haji Pondok Gede, yg ternyata sudah banyak puluhan anak2 PG dan TK Islam lainnya seluruh Jakarta dan Bekasi. Karena qta masih pagi, jadi cuaca gak begitu panas. Untuk anak2 PG boleh didamping ortu, jadi Ibu deh yg dampingin Daffa. Daffa bingung juga sih, dia sempat bosan karena acaranya cuman jalan kaki terus, dia khan gak ngerti dia berhenti di mana aja biarpun semua guru selalu menjelaskan tempat dia berhenti. Yg bisa Ibu jelasin cuman waktu dia harus mengelilingi Ka’bah. Secara dia sering melihat Ka’bah di teve pas azan Maghrib. Tapi pas anak2 lain dgn nurutnya ikut mengelilingi Ka’bah, Daffa malahan duduk di pinggirnya. Dia bilang sih capek jalan kaki terus. Lucunya lagi pas acara melempas jumrah, Daffa malah sibuk cari2 jumrahnya yg meleset dari sasaran, dia juga berusaha utk melempar jumrahnya deket di tempat sasaran.

Rangkaian acara manasik haji tsb diakhiri dgn sholat Ied berjamaah di masjid

Saturday, October 20, 2007

Lebaran bareng Adik Naura

Lebaran tahun ini jadi rada beda karena Ibu dan Def semangad banget mo menyambut kedatangan Adik Naura, yg utk pertamakalinya ke Jakarta. Ibu juga udah langsung ngajuin cuti tambahan ke si Bos supaya bisa ngajak adik Naura jalan2. Sejak qta dapet berita kepastian kedatangannya, Def udah gak sabar utk ke segera pergi ke bandara. Hampir tiap hari dia nanya gini, “Qta sekarang mo ke bandara jemput adik Naura nih??”

Sebetulnya sih Lebaran tahun ini gak sepi2 amat. Karena masih ada Uda Adit cs, plues adik Deranch yg berlebaran ke rumah. Walaupun hari ketiga lebaran mereka berangkat ke Padang (sstt.. qta sekeluarga besar lebarannya kompakan satu hari lebih awal dari tanggal yg ditetapkan pemerintah..hehehe..). Untungnya Om Mel, Tante Lusi dan Adik Naura datangnya di hari kedua lebaran, jadi masih sempet ketemu dgn Uda Adit cs.

Adik Naura tuh sekarang gendut deh, gemes banged ngelihatnya. Ibu terakhir kali ketemu dia setahun yg lalu di Yogya. Jd pas meilhat dia lagi di bandara rada kaget krn ternyata tuh anak tumbuh dgn gemuk, mungkin kek Def juga ya. Trus dia nangis2 minta pulang, kata Mamanya sih di pesawat juga dia heboh gituh minta pulang. Wah… kebalikan dari Daffa dunk! Tangisannya mulai reda pas qta udah di mobil, melihat jalanan Jakarta plues mobil2nya, rada takjub juga dia. Tapi pas sampai rumah nangis minta pulang lagi hhehehe…

Daffa seneng banged kedatangan adik Naura. Tiap bangun tidur yg dia inget adik Naura. Berhubung tiap hari Daffa bangun pagi duluan, jadi Daffa duluan yg lari ke kamar adik Naura utk bangunin. Kalo malam juga gitu, maunya bobonya bareng2, kalo gak di kamar Daffa ya di kamar Naura. Tapi utk misahin mereka berdua tuh para ibu2 butuh perjuangan sendiri lho.

Qta janjian ketemuan dgn Uda Adit cs di Restoran Mandhe, sekalian ditraktir Om Ar makan malam disitu. Hehehe.. makasih ya Om Ar dan Tante Sony. Trus qta lanjut ke Rancho nemuin Adik Deranch.. Disitulah terjadi insiden yg membuktikan kekuatan Adik Naura, karena si Def dibikin nangis akibat jari kelingkingnya digigit sama adik Naura. Padahal biasanya Def yg tukang gigit anak yg lain sampe nangis, tapi ternyata sekarang saatnya pembalasan hehehe… Kasihan deh si Def. Tapi pas sampai rumah, gak ada angin gak ada hujan, tiba2 Naura nangis, ternyata kakinya digigit sama si Def. Ya ampun… rame banged deh jadinya. Trus hari2 selanjutnya masih teteup Naura yg lebih memulai kehebohan sama Daffa. Ya gara2 rebutan mainan lah, rebutan mo dipangku sama Om Mel lah, rebutan mo duduk di belakan lah pas lagi di mobil… Tapi qta selalu bilang ke Daffa untuk sabar, gak usah dilawan karena adik Naura masih kecil. Dan si Def pun nurut tuh gak melawan, akibatnya ya bisa dilihat deh pas adik Naura mo pulang, ada bekas2 cakaran si adik di wajahnya si kakak hehehe… Btw si Def maunya dipanggil ‘kakak’ daripada dipanggil ‘uda’.

Sayangnya adik Naura cuman seminggu di rumah, hari Jumat (19/10/07) udah balik lagi ke Yogya. Daffa keknya sih sedih juga adiknya pulang, tapi gak nyesel khan karena setiap hari sama2 terus, alias sudah cukup terpuaskan deh untuk main sama. Malahan pas nganterin ke bandara Def kepengen cium adik Naura segala, cuman si adik nolak mentah2 hikshiks…

Friday, September 28, 2007

Tunu Phase 11 Project Team

Here it is the complete team of our Tunu Phase 11 Project, well minus Ronan Lemarchand, Supriyanto, Hendry, Usep, Haris and Sudana, in our engineering office, where we spend our times to try to work this project on the good way.



Let's check them out. On the front row, there are Alfa, Budi, Yann Tatard, David, Agus Tul, Adam, Idris, Me.., Waty, Rosa, Riska and Suryo.
On the back row, there are Tirta, Loic, Christian, Christophe, Yann Camprasse, Sahlani, Shane, Ibrahim, Aris, Setiarjo, Supandi, Jensen, Satrio, Thierry and Lusando.

Wednesday, September 12, 2007

… ketika suhu badan Daffa turun naik

Mungkin ini akibat jalan2 terus tiap hari selama long week-end 17 Agustusan kemaren, akibatnya hari Senin Daffa pun mulai pilek. Tadinya Ibu sempat takut juga akan begini, krn sebulan yg lalu pun Daffa sakit gara2 jalan2 terus sama Ibu tiap sore. Tapi Ibu pd aja soale khan perginya gak naik angkot kek waktu itu, tapi pake si “whitey”. Tiba2 hari Minggu malam badannya panas, tapi hari Senin-nya dia masih maksa pergi sekolah. Kebetulan persediaan obat panasnya masih ada, dan setelah minum obat itu panasnya agak turun, malahan sudah mulau berkeringat. Tapi pas malamnya mulai panas lagi, dan besok siangnya turun, dia juga gak mau makan, minum susu pun cuma sedikit. Akhirnya Ibu bawa Daffa ke dokter hari Selasa, karena menurut temen Ibu di kantor, kalo suhu badan naik turun gituh sama dgn gejala penyakit thypus dan demam berdarah. Ternyata menurut dr. Soenanto SpA, Daffa hanya terkena virus aja, dikasih obat aja juga sembuh. Tapi setelah minum obat dari dokter jam 11 malam, suhu badannya naik lagi, malahan sampai menggigil segala. Hasilnya malam itu qta semua termasuk Oma gak bisa tidur karena ngejagain Daffa. Ibu pun telepon ke apotek 24 jam nanya tentang efek dari obat yg Daffa minum. Dan orang apotek bilang, sejauh ini belum ada yg melaporkan mengenai efek samping dari obat tsb dgn kata lain obat itu gak ada efek samping & dosisnya rendah. Tapi besokannya Daffa masih tetep panas, padahal biasanya baru minum 1 kali obat dari dokter panasnya sudah langsung turun.

Akhirnya malamnya (Rabu) Daffa pun dibawa lagi ke dr. Johan Edwin SpA, who knows we will get a second opinion. Dokter Johan pun meriksa Daffa lebih teliti lagi. Ternyata ketahuan sama dia bahwa amandel Daffa membengkak dan di kiri kanan ada bercak putih, menurut dia ini gejalanya sama dengan penyakit diphteri. Bercak putih itulah yg bikin Daffa gak bisa makan dan minum. Tapi khan Daffa sudah diimunisasi DPT (Diphteri Pertusis Tetanus), harusnya dia gak kena penyakit itu dunk. Dokter Johan pun bilang kalo dia juga gak yakin itu diphteri, krn kalo diphteri bercaknya warna kuning bukan putih. Untuk meyakinkan dokter Johan menyarankan supaya Daffa dirawat di rumah sakit, tujuannya supaya bisa diambil sample bercak putih tsb utk mendiagnosa apakah itu diphteri atau bukan. Ibu gak setuju, Ibu minta supaya dikasih cara lain saja, yaitu dgn terapi obat. Dokter pun gak maksa, dia kasih obat dengan dosis yg lebih tinggi, tapi harus diawasi, kalau terlihat nafasnya sedikit saja sesak harus segera dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah ternyata besokannya Daffa sudah membaik. Suhu badannya sudah kembali normal, sudah mau makan pula. Alhamdulillah ternyata dia gak terkena penyakit diphteri yg ternyata adalah penyakit cukup gawat di dunia.

Sekitar dua minggu setelah kejadian itu, tiba2 suhu badan Daffa naik lagi, tanpa didahului oleh batuk pilek atau sakit lainnya. Ibu coba kasih obat dengan sisa obat panas sebelumnya. Tapi hasilnya masih seperti itu, beberapa saat setelah minum obat, suhu badannya turun, tapi beberapa jam kemudian naik lagi. Akhirnya Ibu bawa lagi ke dr. Soenanto, SpA, dan hasilnya lagi2 hanya karena virus dan virus tsb menyerang di saat kondisi Daffa sedang gak fit. Tapi krn 2 hari kemudian keadaannya gak berubah, akhirnya di hari ketiga Ibu bawa lagi si Daffa ke dr. Johan SpA. Jawabannya masih sama, akibat virus, dan mungkin raut kekhawatiran kelihatan jelas di wajah Ibu, jadinya dokter pun bilang kalau sampai besok panasnya belum turun juga, mendingan langsung di test darah.

Wah kebayang deh kek apa tuh test darah. Keknya kasihan banged kalau Daffa harus melewati rangkaian panjang itu. Tapi alhamdulillah, ternyata Daffa gak harus melaluinya, at least not for now, karena suhu badannya sudah turun lagi dan terus stabil dalam posisi normal. Daffa kelihatannya memang gak boleh capek dulu. Jd Ibu dan Bapak pun bilang ke dia bahwa utk beberapa minggu ini qta gak usah jalan2 dulu, sampai keadannya betul2 fit. Daffa pun paham tuh. Dia juga udh paham bahwa dia gak boleh minum air dingin, apapun bentuknya, dia paham gak boleh makan sembarangan, dia paham kalau sakit itu malahan bikin dia gak bisa sekolah, gak bisa main, dan gak bisa jalan2.

Saturday, August 18, 2007

17 Agustusan ala Play Group

Daffa baru kali ini ngerti & paham akan makna perlombaan. Sebelumnya dia gak pernah peduli tiap kali Ibu bilang, “Ntar Def kalah lho…”. Pemberitahuan dari PG-nya Daffa udah ditangan Ibu sejak seminggu yg lalu, Ibu sih udh pesimis aja gak bakalan ada permainan yg bisa dimenangin sama Daffa. Tapi Ibu gak mau juga Daffa kalah dunk, jadi sebelumnya Ibu sama Bapak udh melatih Daffa utk makan kerupuk & bawa kelereng di sendok. Hasilnya ok juga, at least Daffa udah dapet bayangan kek apa perlombaan 17 Agustusan itu. Tahun lalu sih Daffa sempet juga nonton perlombaan tingkat RT, tapi dia pasti skrg udh lupa. Ibu juga niat banged mo mengikutsertakan Daffa di perlombaan tingkat RT, tapi sayangnya tahun ini RT qta gak ngadain secara panitianya masih capek krn minggu lalu kebagian jadi panitia utk Pilkada (Pak Adang… kalahnya gak malu2in koq, 45% vs 55%).

Acara perlombaan di PG mulainya hari Sabtu (18 Aug) jam 9 pg, & qta bertiga tuh heboh banged deh sebelum berangkat. Daffa & Bapaknya susah banged disuruh utk segera siap2, berhubung mereka masih asyik menikmati tayangan kartun di tivi. Tapi stlh mereka berdua siap, gantian Ibu yg disuruh2 mereka utk segera siap. Tnyata yg mulai perlombaan adalah murid TK dulu. Pdhal melihat mereka lomba makan kerupuk, Daffa udh memohon2 ke ibu gurunya spy dia diikutsertakan, tapi ibu guru selalu bilang spy Daffa nunggu dulu gilirannya. Kasihan deh si Def, dia sudah hampir putus asa sampai akhirnya dia malah ikutan gangguin murid TK perlombaan. Pas mereka lomba menggiring kentang pakai tongkat, eh kentangnya malah dilemparin ke atas sama si Def. Jd judulnya bukan menggiring kentang tp mencari kentang yg dilemparin si Def hehehe…

Akhirnya acara yg ditunggu2 itu tiba juga. Giliran perlombaan murid2 PG, lucunya dari segelintir murid PG, yg datang cuman 3 murid, yaitu Daffa, Kiki dan Rafly. Berarti at least juara 3 aja sih dapet nih….

Perlombaan pertama berpasangan nih Ibu sama Daffa, judulnya nyuapin mie goreng ke Ibu. Wah… jelas aja Daffa gak terima. Mie goreng kan makanan kesukaan dia, masa’ harus disuapin ke Ibunya sih?? Daffa protes berat ke guru2nya, gak terima kalo mie goreng yg ada di hadapan dia harus disuapin ke Ibu. Lama juga protesnya si Def, sampe semua gurunya udh membujuk & mengiming2i hadiah kalo dia menang, sementara si Kiki dan Raffi udh memulai perlombaan mereka. Akhirnya Daffa mau juga nyuapin mie goreng ke Ibu setelah Ibu bilang kalau setelah dia nyuapin ke Ibu gantian Ibu yg nyuapin ke dia, dan deal. Jadinya sih Ibu dan Daffa ganti2an saling nyuapin mie goreng sementara para penonton ketawa2 ngelihat tingkah qta. Hasilnya Raffi juara pertama, Kiki juara kedua dan Daffa juara ketiga. Itupun Daffa masih gak terima dia disuruh udahan makan mie-nya karena udh ketahuan yg menang soale mie-nya belum habis… halah!

Perlombaan kedua lomba bawa kelereng pakai sendok. Ibu seneng banged nih lomba ada juga, saatnya mempraktekkan latihan. Sebelum mulai Ibu udh wanti2 ke Daffa spy pelan2 aja bw kelerengnya (Daffa gak terima kalo namanya kelereng, buat dia namanya teteup “gundu” hikshikshiks…). Pas perlombaan mulai, Kiki & Raffi jalannya cepat2 jadi kelerengnya jatuh duluan, sementara Daffa pelan2 & sampai ke depan. Juara pertama deh anak Ibu… gak sia2 latihan di rumah.

Perlombaan kedua lomba mindahin bendera & ditancapkan diatas sekotak gabus. Gampang juga nih pasti Daffa bisa lah… nah utk yg ini Daffa Ibu suruh lari yg kenceng, Ibu nugguin di depan mo kasih tau cara menancapkan di gabus. Tnyata Daffa memang pinter koq (cie…) cuman dikasih tau sekali aja sama gurunya, dia udh langsung bisa. Dan hasilnya juara pertama lagi hehehehe…. Malahan saking semangatnya bendera Kiki diambil juga sama dia & ditancapin di gabusnya, tinggal Kiki yg bingung krn [as dia balik lagi benderanya udh gak ada… :P

Pas pembagian hadiah jadinya Daffa punya 4 hadiah. Dan dia seneng banged, pada saat yg bersamaan dia juga ngerti akan arti perlombaan, bahwa dia harus berusaha utk menang supaya dapat hadiah, dan it’s very fun to receive a presents, no matter what it is inside. Sampai rumah pun qta berebutan utk cerita ke Oma mengenai perlombaan si Daffa. Untungnya Bapak bawa camdig jd bisa merekam semua ulah si Def & bikin Oma ikutan ketawa2. Pas hari Seninnya Ibu bangunin Daffa utk pergi sekolah, dia langsung nanya, “Perlombaan lagi gak??” Gubraks!!

Def Goes to MONAS (Part 2)

Tour si Def ke Monas pun berlanjut lagi dua hari kemudian. Dari kemaren qta udah niatin mo jalan pagi2 utk menghindari antrian yg mo naik ke Monas. Minggu pagi ini, setelah bangun tidur si Def langsung mau diajak mandi, soale dia tahu qta mo diajak ke Monas jadi dia semangat banged. Pas disuruh sarapan dulu aja dgn lantangnya dia bilang, “ntar aja sarapannya di mobil”. Ibu juga udah siapin segala macem snack & minuman instant buat si Def dan buat Bapak, air minum pun biasanya cuman nyiapin buat bekal si Def, sekarang nambah buat bekal Ibu & Bapak juga, krn pasti Monas tuh bakalan panas banged jd qta dijamin bakalan dehidrasi hikshikshiks…

Ternyata qta masih kurang pagi datangnya, soale pas sampe sana orang udah banyak yg ngumpul2 di taman2nya, dan pas qta deketin Monas-nya, udah kelihatan deh tuh antrian yg panjang & berbelok2 menuju lift utk naik ke atas puncak Monas. Jadinya down lagi deh semangat Ibu, biarpun si Def teteup semangat. Def bilang, “Daffa mau antri panjang, Bu, Daffa mau naik ke atas” Tapi Ibu gak yakin Def bisa nungguin antrian sepanjang itu, takutnya pusing ntar balik dari Monas malahan sakit lagi. Apalagi utk sampai ke pintu masuk Monas, qta harus muter 360 derajat dibawah terik matahari. Ibu udah males aja deh. Ternyata gak asyiknya Monas ya gini nih, qta disuruh parkir di belakang Monas, tapi haru menempuh perjalanan panjang mengitari Monas yg segeda itu utk sampai ke pintu masuk Monas yg letaknya di depan. Kenapa ya antrian sepanjang itu pdhal musim liburan udh selesai, apa mungkin karena skrg sdg libur long week end 17-an

Akhirnya Tour si Def yg kedua kalinya ini ke Monas, cukup sampe sini aja deh. Pdhal si Def teteup ngajak qta utk jalan menuju pintu masuk Monas, tapi Ibu & Bapak gak mau, akhirnya Def pun dipaksa pulang dgn digendong sama Bapak & punggung Bapak pun kena pukulan bertubi2 dari si Def yg gak terima dirinya diangkat pulang. Emang ya tanggung banged, qta udh sampe sini tapi gak bisa nyelesain utk sampe ke tujuan utama.

Tapi qta berusaha menghibur Def dgn mampir ke Atrium Mall, dan membiarkan dia main di arena bermain-nya McD. Sehingga dia pun lupa akan kekecewaannya gak bisa mencapai puncak Monas. Lain kali ya Def, Ibu janji deh… beneran, qta pasti bisa naik ke puncak Monas.

To be continued…

Thursday, August 16, 2007

Def Goes to MONAS (Part 1)

Monas itu mestinya jadi kebanggaan qta yah sebagai warga Jakarta, biarpun kesannya tuh udah kuno banged deh kalo qta jalan2 kesitu. Ya secara waktu jamannya Ibu-Bapak kecil udah pernah ngunjungin Monas dan for sure, once is enough, setelah itu Monas ya cuman numpang lewat aja deh. Paling2 kalo ada kerabat dari jauh yg baru pertamakali ke Jakarta, otomatis Monas jadi kunjugan wajib lagi deh. Setelah sekian puluh tahun gak pernah mampir ke Monas, akhirnya hari ini qta mampir lagi. Kali ini sama Daffa dunk, soalnya malu2in banged deh nih anak kecil, masa’ ke Carlsberg Skytower di Sentosa Island Singapore, yg perlu naik pesawat dulu utk sampe sana, dia udah pernah, tapi ke Monas yg deket dari rumah malahan belum. Memang sih gak bisa Monas disamain sama Skytower (kebalik kali, gak bisa Skytower disamain sama Monas??), tapi teteup aja tujuannya pembuatannya sama khan, supaya qta bisa melihat seantero kota dari menara tertinggi.

Jadi sore ini, qta niat banged nih mo ke Monas. Def juga udah minta2 tiap kali qta melewati Monas. Tapi baru kali ini qta ada niat utk mampir beneran ke Monas. Ternyata Monas yg sekarang udah beda ya sama jaman Ibu dulu. Monas-nya sih teteup sama, yg beda ya sekarang sudah dibuat taman kota yang indah disekelilingnya dan kendaraan gak bisa lagi masuk ke dalam area Monas. Kebetulan juga qta melewati Istana Negara yg tadi pagi baru aja dilihat si Def di tivi pas lagi ada upacara pengibaran bendera 17-an. Jadi Istana Negara masih gemerlap banged deh, disekelilingngnya di bentangkan bendera merah putih dan di pohon2nya dihiasi lampu hias. Ibu dan Daffa sampai terkagum2 lho, belakangan baru qta tau bahwa didalamnya sedang ada acara resepsi 17-an yg ngundang artis2 ngetop.

Qta bertiga jalan2 di tamannya Monas, tapi gak sampai ke Monas-nya lho, soalnya ya untuk apa, toh qta gak bisa juga naik keatasnya karena udah tutup. Qta janjiin ke si Def naik keatasnya lain kali aja. Jd qta cuman photo2 aja deh disana, itu juga gak banyak yg bisa diphoto soale udah malem sih….

To be continued…..

Monday, August 06, 2007

Nonton bioskop pertamaku

Akhirnya, inilah film pertama yg Daffa tonton di bioskop. Sebetulnya sih ini flim favorite emaknya waktu SMP gituh… The Simspsons Movie. Waktu SMP tuh Ibu gak pernah lewat nonton nih film di RCTI. Biarpun banyak orang bilang film ini gak mendidik, karena kasar dan jail banged, tapi Ibu gak peduli tuh, teteup aja demen. Buktinya, biarpun tuh film udah gak tayang lagi di tv, teteup aja beli pernak2nya the simpsons buat si Def, kek baju & asesoriesnya.

Def sih gak minta nonton di bioskop. Tapi pas Ibu tau nih film lagi tayang di Gading XXI, langsung bikin rencana ngajak si Def nonton. Def sih gak minta nonton di bioskop. Tapi pas Ibu tau nih film lagi tayang di Gading XXI, langsung bikin rencana ngajak si Def nonton.

Qta tuh sampai di Gading XXI pukul 6 sore, sementara tuh film mulainya pukul 18.10, sementara lagi antriannya sudah lumayan panjang. Jadi Ibu yg antri deg2an juga takut gak kebagian tiket. Tapi pas pintu aba2 “pintu teater 2 telah dibuka…blablabla” Ibu dapet tiketnya. Daffa tuh sebetulnya gak ngerti apa yg mo qta lakuin, tapi dia excited banged! Dia sok2an gituh masuk ke dalam teater 2 tanpa permisi sama mbak-nya. Pas masuk ke dalam baru deh dia terperangah dan bergumam, “Ibu, banyak banged orangnya…” sambil matanya gak lepas dari layar bioskop yg bikin dia terpesona saking gedenya dan bikin si Def nabrak deretan kursi2, dubrak! Pas duduk pun, dia masih terperangah oleh cahaya lampu yg datang dari tembok belakang paling atas, sambil teriak, “Bu, disana ada lampu tuh….”. Trus dia rada kaget & terpesona lagi pas di layar muncul intro Dolby Stereo plues suaranya yg stereo gotuh. Tapi pas mulai muncul tulisan judul The Simpsons Movie terang benderang baru deh dia mulai enjoy. Sempet sih si Def bisikin ke Ibu, “Daffa takut… tivinya gede banged…” Hehehehe…. Tapi setelahnya selama film berlangsung (bentar banged cuman 1,5 jam), si Def gak rewel tuh, dia asyik nonton sambil makan popcorn sama Bapak, sambil sebentar2 nanya, “tuh kenapa dia begitu, Bu? Itu kok mobilnya terbalik, Bu? Kenapa dia gak pake baju, Bu?” Padahal Ibu tuh berkali2 bilang jangan berisik, teteup aja dia bolak balik nanya.

The Simspons versi bioskop masih selucu versi tevenya tapi sayangnya kebandelan si Bart kurang ditonjolin sih, krn tokoh utamanya si Homer yg bikin ulah membuang limbah sembarangan. Tapi sudah cukup melepaskan kangen sama versi tevenya koq. Apalagi si Def, yg langsung besokannya ngajakin nonton bioskop lagi hehehe…. Dia kira nonton bioskop boleh sering2 kalee….

Thursday, July 19, 2007

First day at SCHOOL!

Yup! Lebih excited Ibu daripada Daffa utk datang pada hari pertama sekolahnya si Daffa. Cuti 3 hari pertama sekolah udh di-approved ama Bos, persiapan sekolah yg lain udh matang banged kecuali baju seragam denk… Baju seragam yg disediain pihak sekolah gak muat sama Daffa jadi mereka mau cari ukuran yg lebih besar ato dikasih bahan aja utk dijahit sendiri. Lagipula, hari pertama sekolah ini masih pakai baju bebas kok. Sayangnya Ibu lupa photo-in Daffa pas di hari pertama sekolahnya. Pdhal tuh anak kelihatan ganteng banged (Ibu mana yg gak bilang anaknya ganteng sih???). Daffa pakai kemeja bart simpsons warna biru, celana jeans biru, kaos kaki biru, sepatu sendal biru, plus topi biru. Sekolahnya sih cuman tiga kali seminggu, Senin, Rabu dan Jumat, dari pukul 10.00 sampai pukul 11.30 pagi. Nama sekolahnya Play Group Al-Amanah, letaknya agak jauh dari rumah jadi harus naik angkutan umum dulu, soale PG yg ada di deket rumah keknya gak terlalu bagus sih..

Daffa seneng banged akhirnya tiba juga saatnya dia masuk sekolah. Sebelum berangkat dia pamit ke Oma dan Mama Haji yg kebetulan lagi nginep di rumah. Qta perginya naik bajaj, tapi Def udh wanti2 kalo pulangnya dia gak mau naik bajaj tapi naik metromini aja. Naik bajaj berisik! Dubrak!

Sampai di sekolah udh ada dua orang yg datang duluan. Tuh anak lagi main perosotan. So Def pun gak mau ketinggalan ikutan main perosotan. Ternyata anak yg ikutan playgroup di tempat itu cuman 4 anak aja! Tadinya sih Ibu mau mindahin Daffa ke tempat yg anaknya lebih banyak, tapi Bapak bilang, biarin aja di situ, biar gurunya fokus ngajarinnya. Sementara guru yg ngajar ada 3 orang, ya cukuplah satu anak diawasi satu guru. Hari pertama ini lebih banyak orang gedenya daripada anak2, selain guru, berarti yg nganterin anak2 juga ada 4 ibu2, dan ketiga ibu2 yg lain bawa dayang2 alias mbak, kecuali Ibu-nya Daffa hehehe… :P Trus hari pertama masih main2, saling berkenalan, nyanyi2, makan snack, main lagi. Satu jam kemudian pulang. Begitu terus selama 3 hari pertama. Minggu depannya tanggal 23 July baru mereka belajar agak serius dikit, dan ibu2 gak boleh lagi nemenin di dalam kelas. Sayangnya pada saat itu cuti Ibu udah habis, jadi Oma yg bakalan nganterin Def.

Di sekolahnya, Def jadi anak yg paling tua loh, dan paling gede juga badannya. Temen2nya yg lain belum genap 3 tahun, namanya Andini, Rizky dan Rafly. Tapi biarpun Def jadi anak yg paling tua, dia justru jadi anak yg paling membangkang dan sering merengek. Sementara teman2nya justru sangat penurut dan lebih pendiam. Apa yg dibilangin sama gurunya selalu dilawan sama Def. Apapun itu. Kalo disuruh duduk di lantai, dia maunya duduk di kursi. Disuruh berdoa, dia malah main. Disuruh baris, dia malah duduk. Disuruh nyanyi bareng2, dia gak mau, tapi pas yg lain selesai nyanyi, dia malah nyanyi. Pokoknya Def gak pernah nurut deh sama aturan gurunya. Malahan pas hari ketiga Def ngamuk krn gak dibolehin main mobil2an. Malu banged deh ibu jadinya (pada saat seperti inilah seorang ibu merasa dihakimi oleh ibu2 yg lain).

Hari keempat, Def gak masuk karena sakit. Sakitnya gara2 Ibu juga, soale selama Ibu cuti, tiap sore qta jjs, qta ke Arion, ke Pasaraya Manggarai, ke Arion lagi, jadinya qta sama2 masuk angin dan flu. Malamnya badan Def panas, jadi sekolahnya libur. Sorry ya Def, Ibu khilaf nih soale kapan lagi bisa cuti panjang kek gini hikshikshiks….

Selanjutnya hari2 sekolah Daffa didampingi oleh Oma. Sebetulnya Ibu gak mau nyusahin Oma, tapi sampai saat ini qta belum punya pembantu sih, jadi ya Oma lagi Oma lagi deh. Trus Ibu juga jadi inget, waktu dulu Def masih baby, Oma tuh sering ngomong gini, “Ntar kalo udah gede jadi anak baik ya, Def, ntar bobonya sama Oma ya, ntar kalo sekolah sama ngaji Oma yg anterin…” Kesampaian deh tuh keinginan si Oma.

Temen Def juga udah nambah satu lagi lho, namanya Alifa. Ibu juga belum ketemu anaknya kek apa. Tapi Oma bilang sih kek si Andin, kecil2 gitu. Pelajarannya juga udah mulai rada serius. Def udah diajarin mewarnai, biarpun hasilnya amburadul soale gak nurutin aturan. Def diajarin membuat angka 1. Udah diajarin bahasa inggris, eh dia udah tahu red, yellow, blue, black, green, dan white. Udah diajaran alif ba ta tsa… alias abjad huruf arab. Baju seragamnya juga udah jadi. Hari Senin pakai baju koko warna biru, hari Rabu pakai baju olahraga, hari Jumat pakai baju warna pink. Biarpun Def masih tetep jadi anak yg gak mau nuruti apa kata gurunya, tapi mudah2an sih lama2 berubah ya Def… biar gak malu2in..

Saturday, July 07, 2007

Margonda Residences

Hari Sabtu ini, Nyenyen sekeluarga ngundang qta untuk syukuran apartemennya. Jadi apartemen yg mereka beli di Margonda Residences udh jadi & udh serah terima. Kenapa mereka milih beli apartemen di situ ya? Ya iyalah, soale khan Om Arman kerjanya di UI Depok, jd tinggal loncat aja dari apartemen udh sampe di UI. Tapi Nyenyen bilang sih mereka gak berencana tinggal di situ, mo disewain aja, soale tuh tempat mungil banged, gak muat utk mereka.

Qta ke Ranco dulu pagi2, Bapak cuma bisa nge-drop aja, soale kudu ke kantor. Trus qta dianter ke apartemen tsb sama suprinya Om Arman. Sampai sana sudah ada Adit, Puti dan Caca. Jd Daffa langsung girang krn langsung ktemu sepupu2nya dan mereka pun langsung lari2an sepanjang koridor apartemen. Bener lho, apartemennya mungil banged, dan kiri kanan juga masih sepi, maklumlah baru aja selesai dibangun. Katanya sih anak2 UI yg kaya2 banyak yg udah pesan kamar di situ sebagai pengganti kos2an.

Acara syukurannya sih cuman sebentar, kira2 stengah jam. Tapi setelah itu anak2 kecil pada berlarian ke kolam renang. Keknya bisa sering2 nih main ke sini, bisa berenang gratis sih hehehe… Tapi sayangnya Daffa gak bisa ikutan berenang, karena kolamnya cukup dalam buat ukuran dia, 1 meter, dan tinggi badan si Def saat ini 105 cm, jadi ya tenggelem dunk! Tapi si Def ada temennya koq, Caca juga gak bisa ikutan nyebur soalnya dia takut tenggelam juga. Jadi dua anak itu cuman bisa duduk2 di pinggir kolam renang, hikshikshiks… dan muter2in area olahraga di apartemen tsb, karena selain kolam renang di situ juga ada lapangan bulu tangkisnya.

Qta balik ke Rancho kira2 jam 5 sore, di mobil pun semua anak2 itu pada tidur. Capek banged kali tuh, apalagi si Def yg ngelewatin waktu tidur siangnya. Sampe di Rancho mereka bangun dan mulai main lagi, untungnya kali ini permainannya agak lebih kalem, mereka sibuk main lassy, sampai kira2 jam 9 Bapak sampai untuk jemput qta. Ya, si Def sebetulnya gak mau pulang tuh…